karput

EntertainmentPerempuanSosial

Kartika Putri Kembali Jadi Sasaran Kritik Netizen, Menyangkal Mitos seputar Kondisinya

Jakarta, 24 Februari 2024 – Aktris Indonesia, Kartika Putri, kembali mendapati dirinya menjadi sorotan netizen karena spekulasi mengenai luka-luka di wajah dan lidahnya. Beberapa mengaitkan kondisinya dengan hukuman ilahi, mengklaim sebagai akibat dari ketidakmampuannya mengendalikan perkataannya.

Tanggapan negatif di media sosial mendorong Kartika Putri untuk menanggapi rumor tersebut secara langsung. Dalam sebuah Insta Story yang diposting di akun @Kartikaputriworld pada Jumat (23 Februari 2024), ia berusaha untuk mengklarifikasi situasi dan membubarkan setiap kesalahpahaman. “Agar tidak ada berita yang menyesatkan, terutama dari mereka yang percaya pada mitos, dll. (ternyata masih banyak orang yang suka menebak dan tahayul),” tulisnya.

Ia bahkan tidak habis pikir masih ada saja orang yang berkata tidak baik kepada dirinya yang sedang sakit.

“Bahkan bisa bisanya berkata dan berdoa buruk ketika ada orang sedang diuji dengan penyakitnya kayak aku siapa sih yang mau sakit)” ucap Kartika Putri.

Istri Habib Usman bin Yahya juga merasa sedih dengan komentar jahat Netizen. Bahkan Kartika Putri menyebut mereka yang berkomentar jahat itu tidak memiliki hati nurani.

“Seperti gak punya hati nurani banget jujur sedih lihat ada orang sejahat itu. Semoga Allah tetap jaga hati kita semua yaaaaa tuk tidak menjadi orang dzolim,” tambah Kartika Putri.

Ia pun menyinggung apapun yang dikatakan oleh mereka baik itu jahat bakal kembali kepadanya.

“Ingat doa baik kembali baik begitu pun sebaliknya. Belajar tetap selalu punya hati dan pikiran yang baik ya semua followerku biar kita berkah,” pungkas.

Ini bukan kali pertama aktris tersebut menjadi sasaran kritik online. Sepanjang kariernya, Kartika Putri seringkali menghadapi sorotan netizen, dengan kehidupan pribadinya dan pernyataan publiknya sering menjadi bahan kontroversi.

Meskipun upaya Kartika Putri untuk menanggapi masalah tersebut secara langsung mungkin membantu mengurangi sebagian rumor, insiden ini menyoroti sifat meresahkan dari kritik online dan tantangan yang dihadapi figur publik dalam mengelola citra publik mereka di era media sosial.

Saat sang aktris terus menavigasi kompleksitas ketenaran dan sorotan publik, responsnya menjadi pengingat akan pentingnya mendiskriminasi dan berpikir kritis di era di mana disinformasi dan spekulasi dapat menyebar dengan cepat melalui saluran digital.